Saya memohon Kemakmuran
Tuhan memberi saya otak dan tenaga untuk bekerja
Saya memohon Keteguhan hati
Tuhan memberi saya bahaya untuk diatasi
Selalu ada rencana Tuhan dalam setiap kejadian.
Rencana Tuhan jelas jauh di atas rencana manusia, bila dianalogikan rencana-Nya setinggi langit, sedangkan rencana manusia hanya sebatas bumi. Rencana Tuhan jangka panjang, sedangkan rencana kita seringkali instant saja.
Hal inilah yang sering membingungkan manusia yang tidak dapat memahami rencana Tuhan
Misalnya ketika kita memohon kemakmuran, Tuhan tidak langsung memberikan kekayaan, tetapi Tuhan menginginkan kita untuk bekerja karena Dia sudah memberikan otak dan tenaga kepada kita. Bila kita lakukan dengan penuh iman, maka pasti kekayaan dapat kita peroleh sesuai dengan rencana-Nya.
Sedangkan saat kita memohon keteguhan hati, ternyata Tuhan malah memberikan berbagai hal berbahaya yang kita alami.
Hal ini sebenarnya merupakan ujian dari Tuhan agar kita dapat mengatasi semua itu dan memiliki keteguhan hati untuk tetap percaya kepada-Nya.
Setiap ujian atau cobaan yang kita alami dalam hidup ini tidak melebihi kekuatan kita; saat kita tidak sanggup lagi mengatasi hal tersebut, percayalah Tuhan tidak tinggal diam, karena Dia adalah Allah yang setia.
Dia tidak akan membiarkan kita jatuh menderita, karena rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera dan kebahagiaan yang terwujud tepat pada waktunya dan memberikan hasil yang indah.
Amin ...
Kamis, 22 Juli 2010
Selasa, 06 Juli 2010
SYUKURILAH TALENTAMU

Janganlah cemburu terhadap milik orang lain, tetapi bersyukurlah dengan apa yang sudah kita terima. Kenali talenta dan potensi yang kita miliki, lalu kembangkan sebaik-baiknya sehingga kita jadi manusia unggul. Otomatis rejeki yang akan mengejar kita.
Manusia itu dipenuhi oleh ketidakpuasan dan selalu membanding-bandingkan dengan milik atau kondisi orang lain. Banyak yang kita keluhkan, misalnya “Mengapa tinggi saya hanya 160 cm, sedangkan dia 190 cm, sehingga dapat menjadi pemain basket yang hebat?” atau “Mengapa saya lahir dari keluarga miskin, bukan dari keluarga Sultan Brunei?”, dan masih banyak lainnya.
Hal inilah yang menimbulkan pendapat bahwa rumput di rumah tetangga selalu lebih hijau daripada rumput di pekarangan kita sendiri. Padahal tetangga kita pun melihat rumput kita lebih hijau daripada rumput dia. Jadi siapa yang benar? Nah tidak usah dipermasalahkan siapa yang benar, tetapi marilah kita sadari bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada manusia yang sempurna 100%, tetapi tidak ada juga manusia yang tidak dapat apa-apa. Orang-orang yang cacat pun memiliki keahlian yang luar biasa, misalnya He Ah Lee, pianis autis yang hanya memiliki 4 jari tetapi dia dapat memainkan piano secara luar biasa.
Marilah kita lihat diri sendiri, periksalah apa kelebihan yang kita miliki: keunggulan fisik, emosi, bakat atau talenta yang kita miliki, sifat dan perilaku yang positif, dan masih banyak lainnya. Asahlah hal-hal yang positif ini agar menjadi keunggulan kita, kemudian atasi kelemahan-kelemahan yang kita miliki agar tidak lagi menjadi penghambat. Serta tentus saja tidak lupa untuk selalu mengucap syukur atas semua hal yang telah kita peroleh dari Tuhan. Semua hal inilah yang membuat kita menjadi manusia unggul, dan pasti rejeki menghampiri diri kita.
Senin, 21 Juni 2010
BOTOL PEMANAS DAN BONEKA

Dr. Helen Roseveare, seorang misionaris di Zaire, menuliskan satu pengalamannya saat melayani di Afrika.
“Suatu sore, saya menolong seorang ibu melahirkan di bangsal bersalin. Meskipun kami telah berusaha keras, ibu itu meninggal.
Kami harus merawat bayi prematurnya dan gadis kecilnya yang baru berumur 2 tahun. Sangat sulit untuk menjaga agar bayi prematur itu dapat bertahan hidup karena bangsal ini belum memiliki listrik ataupun inkubator. Padahal suhu di malam hari sangatlah dingin, meskipun negara ini terletak di wilayah equator.
Seorang assisten mengambilkan botol pemanas kami yang terakhir untuk menjaga agar tubuh bayi itu tetap hangat.
Namun, kami kembali putus asa karena botol pemanas yang terakhir itu pecah. Saya segera menyuruh salah satu assisten untuk membungkus bayi itu dengan selimut tebal dan membawanya ke dekat perapian, supaya bayi itu tetap hangat dan tidak kedinginan.
Keesokan harinya, saya mengikuti persekutuan doa dengan anak-anak yatim piatu. Saya menceritakan kepada mereka tentang bayi prematur itu, kakaknya yang masih berusia 2 tahun dan botol pemanas yang pecah.
Saat berdoa, Ruth, seorang anak Afrika yang baru berumur 10 tahun, berkata, “Tuhan, kirimkan kepada kami sebuah botol pemanas sore ini. Bila Engkau mengirimkannya besok pagi, maka akan terlambat karena bayi itu tentu sudah meninggal. Dan jika Engkau mau melakukannya, maukah Tuhan juga mengirimkan sebuah boneka untuk kakaknya supaya dia tahu bahwa Engkau mengasihi dia juga. Amin.”
Terus terang, saya tidak dapat percaya bahwa Tuhan akan melakukan hal itu. Betul, saya tahu bahwa Tuhan dapat mengerjakan segala sesuatu, seperti yang tertulis dalam Alkitab. Tapi tetap membutuhkan waktu. Saya belum pernah mendapat kiriman paket dari rumah selama 4 tahun terakhir ini. Dan jika seseorang mengirimkan paket, apakah mungkin bila dia mengirimkan botol pemanas ke Afrika, sebuah negara tropis? Saat senja, saya mendengar suara mobil datang.
Dan ketika tiba di rumah, saya melihat ada sebuah paket besar telah diletakkan di beranda!
Mata saya berkaca-kaca saat melihatnya dan saya segera memanggil semua anak sehingga kami dapat membuka paket itu bersama.
Selain baju dan obat-obatan, saya tidak dapat mempercayai penglihatan saya! Sebuah botol pemanas dari karet yang baru!
Saya menangis. Saya tidak berani untuk meminta itu secara langsung pada Tuhan, tetapi Ruth yang melakukannya.
Ruth berkata, “Bila Tuhan mengirimkan botol pemanas berarti Dia juga mengirimkan sebuah boneka!”
Dia membongkar semua isi paket dan akhirnya dia menemukan sebuah boneka cantik. Mata Ruth bersinar dan dia berkata, “Dapatkah kita menemui gadis kecil itu dan memberikan boneka ini sehingga dia tahu bahwa Yesus mengasihinya?”
Paket itu dikirim oleh sekelompok anak sekolah minggu 5 bulan yang lalu. Guru Sekolah Minggu mereka sangat taat pada Tuhan bahkan ketika Tuhan memintanya untuk mengirim sebuah botol pemanas dari karet ke negara di wilayah ekuator. Salah satu muridnya juga memberikan sebuah boneka, 5 bulan sebelum Ruth berdoa, “Tuhan, kami membutuhkannya sore ini juga.”
“Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya” (Yes 65:24)
Langganan:
Postingan (Atom)