Senin, 14 Februari 2011

PERBEDAAN BOS dan PEMIMPIN

Seorang BOS menciptakan rasa takut dalam diri anak buahnya
Seorang PEMIMPIN membangun kepercayaan

Seorang BOS mengatakan “saya”.
Seorang PEMIMPIN mengatakan “kita”

Seorang BOS tahu bagaimana pekerjaan harus dilakukan.
Seorang PEMIMPIN tahu bagaimana suatu karier harus ditempa

Seorang BOS mengandalkan kekuasaan.
Seorang PEMIMPIN mengandalkan kerjasama.

Seorang BOS menyetir
Seorang PEMIMPIN memimpin

Seorang BOS menyalahkan
Seorang PEMIMPIN menyelesaikan masalah dan memperbaiki kesalahan

Seorang BOS menguasai 10% tenaga kerja bermasalah.
Seorang PEMIMPIN menguasai 90% tenaga kerja yang kooperatif.

Seorang BOS menyebabkan dendam bertumbuh.
Seorang PEMIMPIN memupuk antusiasme yang bertumbuh

Seorang BOS menyebabkan pekerjaan menjemukan
Seorang PEMIMPIN menyebabkan pekerjaan menyenangkan/menarik

Seorang BOS melihat masalah sebagai musibah yang akan menghancurkan perusahaan
Seorang PEMIMPIN melihat masalah sebagai kesempatan yang dapat diatasi staff yang bersatu padu, dan berubah menjadi pertumbuhan.

SEORANG BOS BERKATA, “PERGI!”
SEORANG PEMIMPIN BERKATA, “AYO PERGI”

Rabu, 15 Desember 2010

Terimakasih Ayah, telah menunjukkan kepada saya betapa miskinnya kita

Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin.

Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.

Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya. "Bagaimana perjalanan kali ini?"

"Wah, sangat luar biasa Ayah"

"Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin" kata ayahnya.

"Oh iya" kata anaknya

"Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?" tanya ayahnya.

Kemudian si anak menjawab.

"Saya saksikan bahwa :

Kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.

Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ke tengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.

Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.

Kita memiliki patio sampai ke halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.

Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita.

Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya.

Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri.

Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi."

Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.

Kemudian sang anak menambahkan "Terimakasih Ayah, telah menunjukkan kepada saya betapa miskinnya kita."

Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya.

Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain.

Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang.

Membuat kita bertanya apakah yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan sebagai rasa terima kasih kita atas semua yang telah disediakan untuk kita daripada kita terus menerus khawatir untuk meminta lebih.

GBU

Jogja Istimewa.wmv

Rabu, 08 Desember 2010

8 Des - Hari Raya Santa Perawan Maria dikandung tanpa noda dosa



"Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini." (Kej 3:15)

Dalam Firman Tuhan ini, konsep Dikandung tanpa dosa (Immaculata, latin; macula = noda) dari Santa Perawan Maria diperkenalkan pertama kali kepada Adam dan Hawa. Hal ini menjadi kebalikan dari persahabatan dengan ular (setan, dosa) yang dilakukan oleh Hawa, ketika ia mendengarkan bisikannya dan jatuh di bawah kekuasaannya.

Hawa kedua (SP. Maria) tidak pernah berada di bawah kuasa iblis, permusuhan di antara SP. Maria dan Setan bersifat absolut, tanpa kecuali.

Ketiadaan noda dosa sejak Maria dalam kandungan, dan selama-lamanya, adalah hal yang membedakan dirinya dari semua manusia. Juga membedakannya dari yang paling suci para Orang Kudus, karena mereka pada awalnya adalah orang berdosa.

Kesempurnaan tanpa dosa menjadi sumber segala kemuliaan dan keagungan Santa Maria, yang membuka pintu rahmat tak terbatas yang dia terima dari Allah; memenuhi syarat untuk Kelahiran Illahi, dan kemudian mengangkatnya ke takhta Illahi sebagai ratu surga –dengan badan dan jiwanya.

"O Ratu, dikandung tanpa noda dosa, doakanlah kami, yang meminta bantuan kepada engkau." 2

Tradisi Gereja mengenai kekudusan Santa Perawan Maria

Bapa Gereja:

* Secara implisit ditemukan dalam tulisan Bapa Gereja dalam paralelisme antara Hawa dan Maria (Irenaeus, Lyons, AD 140?-202?);
* Ditemukan dalam istilah yang lebih umum digunakan mengenai Maria: "suci", "tidak berdosa", "paling murni", "utuh", "suci" (Irenaeus, Lyons, AD 140 -202; Ephraem, Syria, AD 306-373; Ambrosius, Milan, AD 373-397); * Secara eksplisit: Maria - bebas dari dosa asal (St. Agustinus, Hippo, AD 395-430 s/d Anselmus, Normandia, AD 1033-1109);

Gereja Timur:

* Merayakan Pesta Konsepsi Maria dalam 8 sampai abad 9;

Gereja Barat:

* Merayakan Pesta Konsepsi Maria dalam abad ke-12;
* Sebuah catatan hari raya pada abad 11 di Inggris, di abad ke-12 di Normandia;
* Catatan di banyak gereja mengenai Pesta Konsepsi Maria di Perancis, Jerman, Italia dan Spanyol di abad ke 12 (Bernard, Clairvaux, 1090-1153);

Abad 14:

* Tercatat mengenai oposisi terhadap konsep Immaculate Conception dari beberapa doktor skolastik terkenal. Sekalipun demikian, perayaan pesta itu tidak ditolak. Kesulitan (yang memunculkan oposisi ini) adalah arti penebusan universal melalui Kristus (apakah Maria, karena tidak pernah berdosa, tidak membutuhan penebusan Kristus. ed).

Abad 15 :

* Teolog Fransiskan memecahkan kesulitan ini - Kristus, mediator paling sempurna, mempertahankan Maria dari dosa asal dengan tindakan yang sama persisi dengan penyembuhan. Duns Scotus (Skotlandia, 1266-1308) menjelaskan bahwa Immaculate Conception datang melalui penerapan Allah dari kasih karunia Kristus sebelumnya.

Dari Abad 15:

* Perayaan itu dirayakan universal, dan kesalehan Kristiani memperkenalkan sumpah untuk membela keyakinan dalam Immaculate Conception yang akan diambil tidak hanya oleh kaum religius, tetapi juga oleh non-religius (awam) dan Universitas (misalnya, Paris, 1497, Cologne, 1499; Wina, 1501, dll)

1854, Paus Pius IX, dengan tanpa salah –infallible, menjelaskan , ex cathedra:

" Santa Perawan Maria, pada saat pertama konsepsi-nya, oleh kasih karunia dan hak istimewa Allah yang Maha Kuasa, dan mengingat jasa yang akan dilaksanakan Yesus Kristus, penyelamat umat manusia; dipelihara bebas dari segala noda asal dosa. "

Santa Perawan Maria memperkenalkan dirinya sebagai: "Akulah yang dikandung tanpa noda dosa" kepada St. Bernadetta di Lourdes, th 1858;
dengan demikian beliau mengkonfirmasi dogma yang ditetapkan Bapa Suci Pius IX pada 1854.

Kan. 1246

1 Hari Minggu, menurut tradisi apostolik, adalah hari dirayakannya misteri paskah, maka harus dipertahankan sebagai hari raya wajib primordial di seluruh Gereja. Begitu pula harus dipertahankan sebagai hari-hari wajib: hari Kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus, Penampakan Tuhan, Kenaikan Tuhan, Tubuh dan Darah Kristus, Santa Perawan Maria Bunda Allah, Santa Perawan Maria dikandung tanpa noda dan Santa Perawan Maria diangkat ke surga, Santo Yusuf, Rasul Santo Petrus dan Paulus, dan akhirnya hari raya Semua Orang Kudus.



2 Namun Konferensi para Uskup dengan persetujuan sebelum- nya dari Takhta Apostolik, dapat menghapus beberapa dari antara hari- hari raya wajib itu atau memindahkan hari raya itu ke hari Minggu.



Kan. 1247

Pada hari Minggu dan pada hari raya wajib lain umat beriman berkewajiban untuk ambil bagian dalam Misa; selain itu, hendaknya mereka tidak melakukan pekerjaan dan urusan-urusan yang merintangi ibadat yang harus dipersembahkan kepada Allah atau merintangi kegembiraan hari Tuhan atau istirahat yang dibutuhkan bagi jiwa dan raga.


Sumber :

http://virgomaterdie.com/1962_propers/2010/dec/dec8.html

EWTN: www.ewtn.com/faith/teachings/maryc3a.htm

Kitab Hukum Kanonik 1983 (1246 & 1247)

Sabtu, 04 Desember 2010

BERDOALAH




Doa berawal dari hati yang gelisah,
Dengarkanlah gejolaknya.

Doa adalah suatu kerinduan terhadap
rumah kita yang sebenarnya,
Ikutilah bimbingannya.

Doa itu seperti kebun, peliharalah
maka doa akan berbuah.

Doa bisa dilakukan dengan berbagai cara,
Lakukanlah sesuai dengan cara Anda

Berdoalah selalu, tetapi jadwalkan juga
waktu khusus. Roh, seperti halnya badan,
membutuhkan latihan-latihan teratur.

Buatlah doa Anda pendek,
Cinta membutuhkan sedikit kata-kata.

Berdoalah di mana saja Anda berada,
Tuhan ada di mana-mana.

Jika Anda menginginkan sesuatu,
bertanyalah pada diri Anda sendiri,
“Apakah saya menginginkan hal
yang dikehendaki Tuhan?”

Bila doa Anda menjadi kering
dan rutin, teruskan saja.
Tanah yang kering kerontang
menyambut datangnya hujan.

Bawalah kemarahan Anda dalam doa,
Logam yang panas dapat dibentuk.

Bila Anda berdosa dan terus menerus jatuh,
teruslah berdoa, Tuhan tetap mencintai Anda.

Berdoalah bila Anda cemas,
Doa membuat segala sesuatu
bila dipikirkan dan dipertimbangkan
secara sehat.

Bila karena sesuatu hal Anda tidak bisa
berdoa, bersantailah, keinginan untuk
berdoa itu sudah merupakan doa.

Jadikanlah doa sebagai kebutuhan,
bukan rutinitas. Tanaman akan layu
dan mati kalau tidak disiram,
begitu juga hatimu.
Jadikan doa sebagai air, agar hatimu
bisa tumbuh dan berkembang…..

Tuhan memberkati.