Senin, 05 Januari 2009
Selasa, 23 Desember 2008
BATOK BUAT MAMA
Ada satu keluarga yang cukup berada terdiri dari Ayah, Ibu dan kedua anaknya mereka tinggal bersama Neneknya yang sudah sudah sakit-sakitan.
Si Nenek itu ditempatkan pada paviliun yang nyaman. Lama-kelamaan nenek sakit-sakitan, dan penyakit tua lain mulai menggerogoti tubuhnya.
Yuni (ibu), Ani dan Andi (anaknya) juga takut ketularan sehingga dibuatnya gubuk dibelakang rumah yang mula-mula baik pelayanannya, tetapi kemudian sedikit demi sedikit pelayanannya menurun hingga akhirnya sebuah batok kelapa (tempurung kelapa) diberikan sebagai tempat makannya.
Budi sang suami sibuk dengan pekerjaan sampai lupa mengontrol keadaan si Ibunya yang dulu dicintai.
Suatu hari keluarga tersebut berjalan-jalan di taman, terlihatlah oleh Andi sebuah batok ( tempurung kelapa ) di tempat sampah yang bau.
Andi spontan mau mengambil batok tesebut, tetapi Yuni (ibunya) melarang. Andi terus merengek minta benda itu, tapi dicegah oleh kedua orang tuanya., lalu Yuni (ibunya) bertanya :
" Andi, buat apa tempurung kotor itu? "
" Aku mau simpan buat mama !", jawab Andi sambil merengek.
" Haa... Apa..? ", sahut kedua orang tuanya keheranan.
Dengan nada merayu, Andi menjawab: "Ya buat mama nanti kalo sudah tua!"
Si mama bengong ..... bagai disambar petir.
Pelajaran hidup :
Apa yang orang tua perbuat akan ditiru oleh anak kita.
Maka Waspadalah.
Si Nenek itu ditempatkan pada paviliun yang nyaman. Lama-kelamaan nenek sakit-sakitan, dan penyakit tua lain mulai menggerogoti tubuhnya.
Yuni (ibu), Ani dan Andi (anaknya) juga takut ketularan sehingga dibuatnya gubuk dibelakang rumah yang mula-mula baik pelayanannya, tetapi kemudian sedikit demi sedikit pelayanannya menurun hingga akhirnya sebuah batok kelapa (tempurung kelapa) diberikan sebagai tempat makannya.
Budi sang suami sibuk dengan pekerjaan sampai lupa mengontrol keadaan si Ibunya yang dulu dicintai.
Suatu hari keluarga tersebut berjalan-jalan di taman, terlihatlah oleh Andi sebuah batok ( tempurung kelapa ) di tempat sampah yang bau.
Andi spontan mau mengambil batok tesebut, tetapi Yuni (ibunya) melarang. Andi terus merengek minta benda itu, tapi dicegah oleh kedua orang tuanya., lalu Yuni (ibunya) bertanya :
" Andi, buat apa tempurung kotor itu? "
" Aku mau simpan buat mama !", jawab Andi sambil merengek.
" Haa... Apa..? ", sahut kedua orang tuanya keheranan.
Dengan nada merayu, Andi menjawab: "Ya buat mama nanti kalo sudah tua!"
Si mama bengong ..... bagai disambar petir.
Pelajaran hidup :
Apa yang orang tua perbuat akan ditiru oleh anak kita.
Maka Waspadalah.
Kamis, 06 November 2008
Senin, 03 November 2008
PERINGATAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN

Tanggal 1 Nopember kita merayakan Pesta Semua Orang Kudus. Para Kudus telah berada di sisi kanan Allah Bapa dan telah menikmati kemulian disurgawi. Banyak saudara-saudara kita yang telah meninggal dan kita percaya bahwa masih banyak yang belum menikmati kemuliaanNya. Mereka yang berada dalam pembersihan, pemurnian dan penyucian ini yang pada hari ini ( 2 Nopember ) kita doakan, sebab mereka ini tidak bisa menolong dirinya sendiri. Mereka sudah menempatkan diri sesuai dengan amal kasih yang diperbuat selama hidup di dunia ini.
Berkaitan dengan misteri kematian sebenarnya kita tidak perlu kuatir. Sebab Tuhan Yesus telah wafat untuk kita Ia akan menyambut kita dengan tangan terbuka dan menghantar kita ke pangkuan Bapa di Surga.
Hanya saja untuk sampai ke SURGA, kita perlu pertobatan. Seperti seorang penjahat yang bertobat, yang disalib bersama Yesus. Ia dihantarkan oleh Yesus setelah bertobat. Apalagi kita yang percaya, pasti Yesus tidak berkeberatan menunaikan tugas itu asalkan kita bertobat dan menyerahkan hidup kita kepadaNya.
Tuhan mengundang kita memasuki kebahagian surga. Kini kita dalam perjalanan menuju kesana syaratnya kita harus ikut serta dalam sengsara dan penderitaan Yesus untuk menuju ke kerajaan Allah di Surga. Sebab bagi orang beriman kematian bukanlah akhir dari segalanya melainkan permulaan peralihan menuju ke kehidupan kekal.
Setiap kita mengikuti Perayaan Ekaristi dan menyambut Tubuh Kristus itulah merupakan bekal dalam perjalanan hidup kita menuju kehidupan kekal.
Langganan:
Postingan (Atom)